Sangat sulit untuk mereformasi Islam. Ada 2 alasan utama untuk ini:
(1) REFORMASI hanya bisa terjadi apabila KRITIK diperbolehkan dilakukan.
- Karena umat Islam telah melarang kritik terbuka apa pun terhadap Islam dan dengan cepat menyebut kritik apa pun sebagai penistaan, dan sering kali ditanggapi dengan kekerasan, maka tidak ada reformasi yang dilakukan.
(2) Seluruh Sistem Islam akan hancur jika kita mencoba melakukan Reformasi:
- Masalah kedua terletak pada sistem Islam itu sendiri—sistemnya adalah sistem yang kaku dan tidak fleksibel. Upaya reformasi apa pun akan menyebabkannya hancur.
- Ya, Islam menyatakan bahwa Allah itu 100% sempurna. Jadi, jika terbukti Allah melakukan TUNGGAL kesalahan yang perlu direformasi oleh manusia, maka seluruh 99,99% Islam yang tersisa otomatis runtuh.
Karena dua permasalahan ini, praktis mustahil Islam bisa direformasi.
Islam, sebagai sebuah doktrin, tidak memiliki kapasitas untuk melakukan reformasi diri. Namun, para pengikutnya, umat Islam, masih bisa melakukan reformasi dengan mengikuti ajarannya secara selektif.
Sederhananya:
- Islam (yaitu Al-Quran dan Sunnah) tidak dapat diubah/direformasi.
- Namun umat Islam masih dapat menerapkan beberapa reformasi/perubahan dengan tidak secara ketat mengikuti semua aspek Al-Quran dan Sunnah.
Misalnya, ada penganut Quran yang menolak hadis sama sekali. Mereka dapat melakukan beberapa perubahan dengan terlebih dahulu mengabaikan Hadis dan kemudian menafsirkan ayat-ayat Al-Quran sesuai dengan pandangan mereka.
- Hasilnya, para penganut Al-Quran modern secara mengejutkan mampu mengekstraksi konsep-konsep seperti demokrasi, sekularisme, persamaan hak asasi manusia, dan hak-hak perempuan hanya dari Al-Quran.Detail
- Terakhir Diperbarui: 01 September 2024
Artikel sebelumnya: Masjidul Aqsa (Oleh Ali Sina) Artikel berikutnya: Pembunuhan Wanita/Anak-Anak dalam Kerusakan AKIBAT [Muhammad vs. AS]
