حَدَّثَنَا بِشْرُ بْنُ مُحَمَّدٍ، أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ، Perlindungan Lingkungan dan Perlindungan Lingkungan عنه ـ عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم نَحْوَهُ يَعْنِي “ لَوْلاَ بَنُو إِسْرَائِيلَ لَمْ يَخْنَزِ اللَّحْمُ، وَلَوْلاَ حَوَّاءُ لَمْ تَخُنْ أُنْثَى زَوْجَهَا ”.
Diriwayatkan oleh Abu Huraira:
Nabi (S) bersabda, “Jika bukan karena Bani Israil, daging tidak akan membusuk. Dan jika bukan karena Hawa, para istri tidak akan pernah mengkhianati suaminya.”
Sahih Bukhari – Bab: Penciptaan Adam dan keturunannya
وَحَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ رَافِعٍ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ، أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ، عَنْ هَمَّامِ بْنِ مُنَبِّهٍ، قَالَ هَذَا مَا حَدَّثَنَا أَبُو هُرَيْرَةَ، عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم فَذَكَرَ أَحَادِيثَ مِنْهَا وَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم “ لَوْلاَ بَنُو إِسْرَائِيلَ لَمْ يَخْبُثِ الطَّعَامُ وَلَمْ يَخْنَزِ اللَّحْمُ وَلَوْلاَ حَوَّاءُ لَمْ تَخُنْ أُنْثَى زَوْجَهَا الدَّهْرَ ”
Rasulullah SAW bersabda: Kalau bukan karena Bani Isra’il (bangsa Israel), makanan tidak akan menjadi basi, dan daging tidak akan menjadi busuk; dan jika bukan karena Hawa, seorang wanita tidak akan pernah berbuat tidak setia terhadap suaminya.
Shahih Muslim – Bab: Kalau bukan karena Hawa’ (Hawa), tidak akan ada perempuan yang mengkhianati suaminya
Ini adalah puncak irasionalitas.
Kalaupun kita berasumsi bahwa kisah Islam Adam dan Hawa itu benar, .… dan kalaupun kita berasumsi HANYA istri yang mengkhianati suaminya (padahal sebaliknya tidak benar), tetap saja kesimpulan Allah/Muhammad adalah salah, sedangkan:
- Istri tidak mengkhianati suaminya karena Hawa,
- Dan kalaupun mereka berkhianat, itu hanya karena setan (walaupun menurut logika Islam).
- Dan buktinya adalah para suami juga mengkhianati istrinya, namun umat Islam tidak menyalahkan Adam atas kejahatannya, namun mereka menyalahkan Setan atas kezaliman para suami.
Seperti biasa, para pembela Islam kembali datang untuk membelanya. Islamweb.Net adalah salah satu situs Fatwa Islam terbesar, dan menyajikan alasan berikut untuk hadis ini (link):
Hadits ini shahih; itu direkam oleh Al-Bukhari dan Muslim. Mengenai maknanya, An-Nawawi mengatakan tentang penafsiran sabda Nabi SAW: "Seandainya bukan karena Hawaaa' (Hawa), wanita tidak akan pernah mengkhianati suaminya.” Al-Qaadhi bersabda: Makna hadits ini adalah bahwa dia adalah ibu dari putri-putri Adam, jadi mereka mirip dengannya, dan mereka mewarisi darinya apa yang terjadi padanya dalam kisah tentang pohon bersama Iblis (Setan) - dia membujuknya untuk makan dari pohon itu dan memikatnya, maka dia memberi tahu Adam tentang pohon itu dan, sebagai hasilnya, dia memakannya.… ”
Penjelasan ini bahkan lebih buruk dari hadis itu sendiri.
Tak satu pun dari wanita "mewarisi" karakteristik ini untuk mengkhianati suaminya dari Hawa.
Tidak ada anak yang mewarisi sifat-sifat seperti berbohong, berkata jujur, berkhianat, dan lain-lain dari orang tuanya.
Dan yang terakhir, ada juga pria yang tidak setia kepada istrinya. Apakah mereka mewarisinya dari Adam?
Silakan baca juga artikel ini: Kesalahan Ilmiah dalam Islam Terkait Pembusukan Daging
- Detail
- Terakhir Diperbarui: 25 Juni 2024
Artikel sebelumnya: Islam DISALIN Adat Pagan: Hanya manusia yang harus memberikan Mahr & Pemeliharaan Artikel selanjutnya: Muhammad: Perempuan Kurang Kecerdasan
