Salah satu argumen yang paling umum digunakan oleh para pembela Islam saat ini adalah:
"Jika Anda sudah meninggalkan Islam, lanjutkan saja. Mengapa terus mengkritik dan mengejeknya? Jalani saja hidup Anda dan lakukan hal lain."
Sekilas, ini mungkin terdengar seperti permintaan yang masuk akal. Namun kenyataannya, tuntutan ini bertentangan dengan sifat dasar manusia.
Pernahkah Anda mendengar bahwa manusia adalah hewan sosial?
Sebagai makhluk sosial, kita tidak hidup terisolasi. Kita hidup dalam masyarakat yang terikat oleh hukum, norma, dan perilaku yang sama. Unsur-unsur bersama ini tidak muncul dalam ruang hampa, namun dibentuk dan dibentuk kembali melalui wacana publik: melalui penyebaran gagasan (tabligh) dan kritik terhadap gagasan tersebut (tanqeed).
Proses ini, yaitu menawarkan ide-ide dan menantang ide-ide tersebut, adalah mesin di balik reformasi sosial.
Itu sebabnya dalam masyarakat yang demokratis dan berpikiran bebas, hak untuk mengadvokasi suatu keyakinan dan mengkritik suatu keyakinan sangat dilindungi. Betapapun tersinggungnya perasaan seseorang, keseimbangan antara ujaran dan kontra-ucapan adalah cara membangun masyarakat yang lebih baik.
Sekarang kembali ke mantan Muslim.
Bahkan setelah meninggalkan Islam, kita tetap menjadi bagian dari masyarakat yang sangat dipengaruhi oleh pemikiran Islam, baik dari kelompok Muslim moderat maupun kelompok garis keras. Nilai-nilai agama, peraturan, dan perilaku mereka terus membentuk hukum, pendidikan, struktur keluarga, dan kebebasan pribadi di sekitar kita.
Jadi, jika kita tidak mengkritik ide-ide Islam yang berbahaya, pihak lain akan terus memaksakan ide-ide tersebut kepada kita melalui cara-cara politik, tekanan sosial, atau bahkan kekerasan.
Berdiam diri berarti membiarkan ide-ide tersebut mendominasi tanpa tertandingi.
Dan jika Anda masih berkata, “Berhentilah terlibat sepenuhnya,” maka yang sebenarnya Anda minta adalah agar kami berhenti menjadi manusia seutuhnya. Anda meminta kami untuk melepaskan hak dan tanggung jawab kami sebagai individu sosial yang berpikir dan berpartisipasi dalam membentuk masyarakat tempat mereka tinggal.
