Ringkasan Cepat / TL;DR
Tapi bagaimana dengan budak perempuan?

Silakan tonton dulu video ini, di mana Zakir Naik mengatakan bahwa seorang gadis sendirilah yang bertanggung jawab atas pemerkosaannya jika dia keluar rumah tanpa menutupi seluruh tubuhnya dengan Jilbab. 

Tapi bagaimana dengan budak perempuan?

Islam memaksa mereka untuk tidak mengenakan jilbab, dan bahkan membiarkan payudara mereka telanjang di depan umum. Bahkan jika ada budak perempuan yang secara tidak sengaja mengenakan Jilbab, maka Umar Ibn Khattab biasa memukulnya dengan tongkat, dan dia melepas Jilbabnya, dan menyuruhnya untuk tidak menyerupai wanita Muslim GRATIS dengan mengenakan Jilbab.

Jadi, bagaimana jika laki-laki memperkosa budak perempuan setengah telanjang itu? Lalu siapa yang bertanggung jawab atas pemerkosaan dalam kasus ini?

Teman-teman, siapa yang memperkosa mereka?

Atau Islam yang memaksa mereka tampil setengah telanjang di depan umum?

Kemunafikan tidak dapat disangkal. Islam menyalahkan perempuan merdeka karena “menggoda” laki-laki jika mereka tidak menutupi seluruh tubuh mereka dengan Jilbab Islam, namun Islam dengan sengaja tidak memberikan “perlindungan” yang sama kepada perempuan budak. Jika hijab benar-benar dimaksudkan untuk mencegah pemerkosaan, lalu mengapa budak perempuan dilarang melakukannya?

Sebenarnya, kesalahan tidak berada di pundak para korban, baik perempuan merdeka maupun budak. Beban sebenarnya terletak pada sistem Islam yang melegalkan perbudakan, memaksakan ketelanjangan, dan kemudian memaafkan kejahatan laki-laki.

Verifikasi & Selidiki

Semua klaim yang disajikan dalam artikel ini diambil langsung dari sumber utama Islam (Al-Qur'an, Hadis Sahih, dan Tafsir klasik). Pembaca sangat disarankan untuk memeriksa referensi dan memverifikasi konteksnya secara mandiri.

CC0
Dedikasi Domain Publik Creative Commons CC0

Jangan ragu untuk menyalin, menerjemahkan, mengedit, menerbitkan ulang, atau mencetak artikel ini. Tidak memerlukan atribusi.